Aceh Besar, wartasabang.com — Komitmen MAN 3 Aceh Besar dalam membangun budaya riset mulai menunjukkan hasil di tingkat nasional. Pada 2025, penelitian siswa madrasah tersebut berhasil meraih medali perunggu sekaligus penghargaan Best Poster dalam ajang Olimpiade Madrasah tingkat nasional.
Capaian itu menjadi pijakan bagi MAN 3 Aceh Besar untuk kembali mengirimkan karya penelitian dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Tahun ini, sebanyak sembilan proposal penelitian berhasil disubmit, terdiri atas lima proposal bidang Sustainable Development Goals (SDGs) dan empat proposal bidang Ekoteologi Integrasi Keilmuan dan Keislaman.
Plt. Kepala MAN 3 Aceh Besar, Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari proses panjang membangun budaya akademik di madrasah.
“Alhamdulillah. Terima kasih kepada pembimbing dan calon peneliti OMI Tahun 2026 atas atensinya yang luar biasa sampai sukses pada tahap submit proposal. Semoga Allah pilih menjadi juara pada OMI Riset Tahun 2026,” ujar Ismail.
Menurutnya, prestasi pada 2025 menjadi modal sekaligus tantangan bagi siswa dan pembimbing untuk mempertahankan kualitas penelitian. Riset tidak ditempatkan semata sebagai kegiatan untuk mengejar penghargaan, tetapi sebagai sarana melatih siswa berpikir kritis, menemukan persoalan, mengolah data, dan menawarkan solusi.
Pembina Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), Rita Zurrahmi, S.Pd., menjadi bagian dari proses pendampingan siswa dalam mengembangkan penelitian.
Sembilan proposal yang telah berhasil disubmit tahun ini menunjukkan bahwa tradisi riset di MAN 3 Aceh Besar terus berkembang. Lima proposal mengangkat isu SDGs, sedangkan empat lainnya menawarkan pendekatan ekoteologi yang mengintegrasikan keilmuan dengan nilai-nilai keislaman.
Bagi MAN 3 Aceh Besar, capaian 2025 dan partisipasi pada OMI 2026 merupakan bagian dari komitmen mutu: membangun madrasah yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga melahirkan peneliti muda yang mampu membaca persoalan zaman dengan ilmu, inovasi, dan nilai keislaman.[]










