Aceh Besar, wartasabang.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar mulai menguji pemanfaatan virtual learning untuk pembelajaran literasi dan numerasi siswa sekolah dasar. Program ini digelar bersama organisasi Sarjana Pendidikan Aceh Besar (SaPA) pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya Disdikbud mempercepat pemanfaatan Perangkat Informasi Digital (PID) di satuan pendidikan. Selain menguji model pembelajaran, kegiatan ini digunakan untuk memetakan kesiapan infrastruktur dan kemungkinan kendala teknis di sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, M.Pd., mengatakan virtual learning tidak sekadar menjadi sarana pembelajaran jarak jauh. Menurut dia, teknologi tersebut harus dipastikan memberi dampak langsung terhadap kualitas pendidikan.
“Virtual Learning ini bagian dari monitoring dan evaluasi penggunaan PID. Kita ingin memastikan perangkat ini benar-benar difungsikan untuk mencerdaskan anak bangsa agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi,” kata Agus.
Menurut Agus, teknologi digital juga membuka kemungkinan bagi sekolah di Aceh Besar untuk menghadirkan sumber belajar yang sebelumnya sulit dijangkau. Ruang kelas, kata dia, tidak lagi harus dibatasi oleh jarak geografis.
“Teknologi Virtual Learning mampu menembus batas ruang dan waktu untuk menghadirkan pakar-pakar terbaik ke ruang kelas,” ujarnya.
Disdikbud, lanjut Agus, akan mengembangkan uji coba tersebut secara bertahap. Setelah melalui penguatan di tingkat daerah, program diharapkan dapat berkembang ke jejaring nasional hingga internasional.
“Tahap awal kita uji di tingkat lokal, lalu berlanjut ke skala nasional dan internasional. Kita ingin menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai wilayah, termasuk dari perguruan tinggi luar negeri, demi mewujudkan pendidikan Aceh Besar yang maju dan berkualitas,” kata dia.
Kolaborasi dengan SaPA dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan program tersebut. Perwakilan SaPA, Ely Sumarni, S.Pd., M.Pd., mengatakan organisasi tersebut siap terlibat dalam agenda peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.
“Kami di SaPA sangat mendukung dan bangga dapat berkolaborasi dalam program ini. Virtual Learning menjadi wadah efektif untuk memperkuat kapasitas guru serta memastikan materi literasi dan numerasi dapat tersampaikan secara interaktif dan merata di seluruh wilayah Aceh Besar,” ujar Ely.
Uji coba perdana itu diikuti perwakilan sejumlah sekolah dari lima wilayah di Aceh Besar. Dua pendidik daerah dilibatkan sebagai narasumber, yakni Erda Marisa, S.Pd., Gr. dari SDN 1 Peukan Bada dan Minawati, S.E., M.Pd. dari SDN Lampenurut.
Materi literasi dan numerasi disampaikan melalui ruang pembelajaran virtual sebagai simulasi penerapan pembelajaran digital antarsekolah.
Bagi Disdikbud, uji coba tersebut bukan sekadar soal menghidupkan perangkat digital di ruang kelas. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi benar-benar menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran—membantu guru, memperluas akses pengetahuan, dan memberi pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa.
Sebagai bentuk apresiasi, Disdikbud Aceh Besar akan memberikan sertifikat kepada seluruh satuan pendidikan yang berpartisipasi dalam uji coba tersebut.
Program ini sekaligus menandai langkah awal Aceh Besar untuk menggeser paradigma digitalisasi pendidikan: dari sekadar penyediaan perangkat menuju pemanfaatan teknologi sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran.[]










