ACEH JAYA, wartasabang.com — Gampong Teumareum keluar sebagai kampiun turnamen sepak bola antar-gampong dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya. Teumareum merebut posisi teratas setelah menuntaskan laga final yang digelar di Lapangan Sepak Bola Gampong Kareung Ateuh, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tuan rumah Gampong Kareung Ateuh harus menerima posisi kedua. Laga final berlangsung di tengah sorakan warga dan pendukung kedua tim yang memenuhi sisi lapangan.
Turnamen tersebut bukan sekadar perebutan trofi. Sejumlah gampong menjadikan kompetisi ini sebagai ruang bertemu sekaligus menghidupkan kembali aktivitas olahraga di tengah masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Para pemain dari kedua kesebelasan tampil dengan tensi pertandingan yang tinggi. Namun, kompetisi tetap berjalan dalam koridor sportivitas hingga rangkaian turnamen berakhir.
Camat Indra Jaya menutup turnamen secara resmi. Ia mengapresiasi panitia, pemain, perangkat gampong, wasit, serta masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Camat, sepak bola dapat menjadi medium memperkuat hubungan antarmasyarakat. Kemenangan, kata dia, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah pertandingan.
“Pertandingan boleh menghasilkan juara, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana olahraga menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Camat Indra Jaya dalam acara penutupan.
Panitia juga memberikan penghargaan individual kepada pemain yang meraih gelar Top Scorer dan Kiper Terbaik. Hadiah untuk dua kategori tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPRK Aceh Jaya, Iskandar Ibrahim dari Partai Aceh.
Dukungan itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda di Kecamatan Indra Jaya. Camat menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendukung turnamen hingga dapat berlangsung dengan aman dan semarak.
Bagi masyarakat, pertandingan sepak bola menjadi salah satu cara merayakan kemerdekaan tanpa harus berhenti pada seremoni. Lapangan menjadi titik temu warga, sementara kompetisi menjadi pemantik semangat kebersamaan.
Pada penghujung turnamen, Teumareum pulang membawa trofi juara pertama. Sementara Kareung Ateuh menempati posisi kedua di hadapan pendukungnya sendiri.










