Aceh Utara, wartasabang.com — Peluang ekonomi di ruang digital menjadi sasaran pengabdian kepada masyarakat yang digarap tim dosen Universitas Almuslim Bireuen. Melalui program BIMA Diktisaintek Berdampak, tim peneliti memberikan pelatihan keterampilan digital kepada warga Gampong Meunasah Drang untuk membuka akses terhadap peluang ekonomi secara daring.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Keterampilan Digital untuk Pengangguran Terbuka Gampong dalam Mengakses Peluang Ekonomi Online” itu dilaksanakan selama lima hari, 29 Juni hingga 4 Juli 2026.
Program tersebut digelar untuk menjawab persoalan warga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pekerjaan dan peluang usaha, terutama mereka yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana ekonomi.
Tim dosen Universitas Almuslim yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Novi Sari Liani, M.Pd., Friantiani Safitri, M.Pd., Rizki Aria, M.Pd., serta Riska Amanda/Putri Meliza. Pelatihan juga menghadirkan Muhammad, M.Pd. dan Muhammad Iqbal, M.Ag. sebagai instruktur, konten kreator, dan pendamping pelatihan.
Peserta datang dari beragam latar belakang. Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda mengikuti pelatihan yang diarahkan pada keterampilan praktis dan pemanfaatan platform digital untuk kegiatan ekonomi.
Sebagian pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut bahkan merupakan mereka yang baru kembali ke kampung setelah kehilangan pekerjaan di kota. Situasi itu membuat keterampilan digital dipandang bukan sekadar kemampuan tambahan, melainkan salah satu pintu untuk mencari sumber penghasilan baru.
Target awal panitia adalah 50 peserta. Namun, minat warga melampaui perkiraan. Sebanyak 52 orang tercatat mengikuti kegiatan.
Antusiasme tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Gampong Meunasah Drang, terutama Keuchik Meunasah Drang, yang ikut mendorong keterlibatan masyarakat sejak awal kegiatan.
Yang membedakan program ini dari pelatihan digital pada umumnya adalah keberadaan Pojok Digital di Balai Gampong. Fasilitas tersebut disiapkan agar manfaat pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Pojok Digital diharapkan menjadi ruang bersama bagi warga yang memiliki keterbatasan perangkat maupun kuota internet. Warga dapat memanfaatkan laptop dan jaringan Wi-Fi yang tersedia untuk mengembangkan usaha, membuat konten, memasarkan produk, hingga melakukan live selling melalui TikTok.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mendorong warga mengubah teknologi menjadi alat produksi dan pemasaran.
Tim pengabdian berharap Pojok Digital dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Ruang tersebut diharapkan tumbuh menjadi titik temu bagi warga yang ingin belajar, mencoba, dan mengembangkan aktivitas ekonomi berbasis digital.
Bagi warga Meunasah Drang, pekerjaan tidak lagi semata-mata harus dicari dengan meninggalkan kampung. Dengan keterampilan dan akses digital yang memadai, peluang ekonomi juga dapat dibangun dari gampong.[]










