Forum MGMP Rumpun PAI MA Aceh Besar Bentuk Presidium, Tegaskan Fungsi Koordinasi Antar-MGMP

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Aceh Besar, wartasabang.com — Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Madrasah Aliyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar membentuk Presidium sebagai wadah koordinasi bersama antar-MGMP.

Pembentukan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut musyawarah guru mata pelajaran rumpun PAI yang meliputi MGMP Al-Qur’an Hadis, MGMP Akidah Akhlak, MGMP Fikih, dan MGMP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Dalam struktur yang dibentuk, Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag. dipercaya sebagai Koordinator Presidium, didampingi Indra S., S.Pd.I., MA dan Fitriah, S.Ag. sebagai Wakil Koordinator Presidium. Sementara Zulfitra AJ., S.Hum., dipercaya sebagai Sekretaris Presidium dan Nuranisah, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Bendahara Presidium.

Koordinator Presidium, Ismail Darimi, menegaskan bahwa posisi Presidium tidak dimaksudkan sebagai struktur yang menempatkan satu orang sebagai ketua dari empat MGMP.

“Koordinator Presidium bukan ketua dari empat MGMP. Masing-masing MGMP tetap memiliki struktur, kewenangan, dan kepengurusan masing-masing. Presidium hadir sebagai ruang koordinasi antar-MGMP agar komunikasi, kolaborasi, dan program bersama dapat berjalan lebih efektif,” ujar Ismail.

Baca Juga :  Gampong Teumareum Angkat Trofi HUT RI ke-81 di Indra Jaya, Kareung Ateuh Jadi Runner-up

Menurut dia, keberadaan Presidium justru diharapkan dapat memperkuat kemandirian masing-masing MGMP sekaligus membangun sinergi ketika terdapat agenda yang menyangkut kepentingan bersama guru rumpun PAI.

“Semangatnya bukan mengambil alih, tetapi menghubungkan. Bukan menyatukan struktur, tetapi menyatukan langkah,” katanya.

Ismail mengatakan, empat MGMP rumpun PAI memiliki karakteristik dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, setiap MGMP perlu tetap diberikan ruang untuk mengembangkan program sesuai kebutuhan mata pelajarannya.

Namun, terdapat sejumlah kepentingan bersama yang membutuhkan koordinasi, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengembangan perangkat pembelajaran, berbagi praktik baik, penguatan profesionalisme, hingga penyelenggaraan kegiatan bersama.

“Kalau setiap MGMP berjalan sendiri-sendiri, tentu tetap bisa berkembang. Tetapi ketika ada ruang koordinasi yang baik, kekuatan masing-masing MGMP dapat saling melengkapi,” ujarnya.

Ia berharap Presidium dapat menjadi simpul komunikasi dan kolaborasi yang mempertemukan gagasan dari empat MGMP rumpun PAI di Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga :  Kemenag Aceh Besar-Densus 88 Sasar Madrasah dan KUA Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme

Menurut Ismail, keberadaan forum tersebut juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya profesional di kalangan guru madrasah.

“Guru hari ini tidak cukup hanya mengajar. Guru harus terus belajar, berbagi, berkolaborasi, dan mampu merespons perubahan pendidikan. Karena itu, forum seperti MGMP harus menjadi ruang bertumbuh bersama,” katanya.

Sementara itu, struktur Presidium yang terbentuk diharapkan mampu menjaga komunikasi antar-MGMP tetap terbuka dan konstruktif. Setiap agenda bersama akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan pengurus MGMP terkait, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Dengan terbentuknya Presidium, Forum MGMP Rumpun PAI diharapkan tidak hanya menjadi wadah administratif, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi profesional yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan program peningkatan mutu guru.

“Empat MGMP, empat karakter, tetapi satu semangat kolaborasi. Kita tidak sedang membuat satu MGMP baru. Kita sedang membangun jembatan agar empat MGMP dapat berjalan bersama dalam semangat saling menguatkan,” tutup Ismail.[]

Berita Terkait

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.
MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya
Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang
Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh
Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang Apresiasi BI Kembangkan Wisata Iboih di ISEF 2026
Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026
Anggota DPR Aceh Silaturahmi Bersama Pengurus PWI Nagan Raya
Yayasan Luna Maya Renovasi Ruang Kelas MIN Montasik
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:00 WIB

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.

Jumat, 6 November 2026 - 00:37 WIB

MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026

Berita Terbaru