Mapel Rumpun PAI Merupakan Ruh Madrasah, MGMP Dorong Peningkatan Mutu Guru

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar, wartasabang.com – Mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) pada madrasah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, keagamaan, dan budaya akademik murid madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi dan mutu guru rumpun PAI menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Workshop Implementasi Deep Learning dan Integrasi KBC dalam Pembelajaran, Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag., dalam kegiatan yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Rumpun PAI Madrasah Aliyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Ismail, guru Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) bukan sekadar pengampu mata pelajaran. Mereka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai, membangun karakter, sekaligus menghidupkan ruh pendidikan Islam di madrasah.

“Mapel rumpun PAI pada Madrasah Aliyah merupakan ruh madrasah. Karena itu, peningkatan mutu guru rumpun PAI sangat penting agar pembelajaran agama tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mampu membentuk karakter dan memberikan makna bagi kehidupan murid,” kata Ismail.

Ia mengatakan tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan. Kehadiran pendekatan deep learning dan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi momentum bagi guru rumpun PAI untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh dan STIS Al-Aziziyah Sabang Gelar Kajian Kepemudaan Bertema Anti Narkoba

“Deep learning tidak hanya berbicara tentang bagaimana murid memahami pengetahuan secara mendalam, tetapi juga bagaimana mereka memiliki kesadaran, kecintaan, dan kemampuan mengamalkan nilai yang dipelajari,” ujarnya.

Workshop tersebut mengangkat tema “Deep Learning, Deep Loving” serta mengacu pada KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan diikuti guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Fikih, dan SKI pada Madrasah Aliyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan menghadirkan H. Saifuddin, SE, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, sebagai keynote speaker. Adapun narasumber kegiatan adalah Hj. Ratna Zaidah, M.Ed., Pengawas Pembina Madrasah Aliyah Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Ismail, penguatan MGMP juga menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif. Guru tidak cukup hanya bekerja secara individual, tetapi perlu berbagi pengalaman, perangkat pembelajaran, strategi, serta praktik baik.

Ia menyebut empat MGMP rumpun PAI—Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Fikih, dan SKI—memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat identitas madrasah.

Baca Juga :  MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya

“Guru harus terus belajar. MGMP jangan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang bertumbuh, berbagi, dan melahirkan inovasi pembelajaran,” kata Ismail.

Dalam konteks tersebut, semangat “Deep Learning, Deep Loving” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan. Nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam proses pembelajaran yang membuat murid berpikir lebih mendalam, memiliki kepedulian, mencintai ilmu, mencintai sesama, dan semakin dekat dengan nilai-nilai keislaman.

Ismail menegaskan, peningkatan mutu guru rumpun PAI pada akhirnya bukan semata-mata untuk kepentingan guru. Dampak utamanya harus dirasakan murid dan madrasah.

“Ketika guru meningkat kualitasnya, pembelajaran akan meningkat. Ketika pembelajaran meningkat, karakter murid akan semakin kuat. Di situlah ruh madrasah benar-benar hidup,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Rumpun PAI Madrasah Aliyah dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat profesionalisme guru serta meningkatkan mutu pembelajaran Madrasah Aliyah di Kabupaten Aceh Besar.

Bagi Ismail, semangat tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan guru PAI yang tidak hanya mengajar agama, tetapi mampu menghidupkan nilai-nilai agama dalam diri murid.[]

Berita Terkait

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.
MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya
Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang
Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh
Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang Apresiasi BI Kembangkan Wisata Iboih di ISEF 2026
Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026
Anggota DPR Aceh Silaturahmi Bersama Pengurus PWI Nagan Raya
Yayasan Luna Maya Renovasi Ruang Kelas MIN Montasik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:00 WIB

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.

Jumat, 6 November 2026 - 00:37 WIB

MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026

Berita Terbaru