Aceh Besar | wartasabang.com —Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Aceh Besar menggelar aksi kemanusiaan sekaligus pemberian apresiasi literasi Al-Qur’an di lingkungan kampus setempat, Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menyambut bulan suci Ramadan dengan semangat kepedulian sosial dan penguatan karakter religius siswa.
Dalam aksi bertajuk bakti sosial tersebut, madrasah membagikan puluhan paket sembako kepada sejumlah siswa yang membutuhkan. Uniknya, bantuan ini bukan berasal dari dana instansi, melainkan hasil donasi dan sedekah kolektif dari para guru, staf, hingga siswa MAN 6 Aceh Besar.
Kepala MAN 6 Aceh Besar, Drs. Asnawi Adam, M.Pd., menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga siswa menjelang bulan puasa. Ia menekankan bahwa nilai bantuan tersebut tidak diukur dari angka, melainkan dari rasa kekeluargaan yang dibangun.
“Sembako ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud cinta dan kasih sayang kami sebagai satu keluarga besar. Kami ingin memastikan seluruh siswa dapat menyambut Ramadan dengan senyum dan hati yang tenang,” ujar Asnawi dalam sambutannya di hadapan para siswa.
Selain pembagian sembako, acara tersebut juga menjadi ajang penghargaan bagi program literasi Al-Qur’an. Kelas XII.2 resmi dinobatkan sebagai pemenang capaian literasi terbaik setelah menunjukkan konsistensi dalam program tadarus 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
Berdasarkan catatan madrasah, kelas tersebut berhasil mencapai progres bacaan terjauh hingga Surah Ar-Ra’d ayat 88. Koordinator Keagamaan MAN 6 Aceh Besar, Nafa Rizki Ananda, S.Pd., menyebutkan bahwa disiplin menjadi kunci utama keberhasilan kelas XII.2.
- Program: Tadarus Pagi (15 menit sebelum pelajaran).
- Target: Pembentukan karakter dan kedekatan dengan Al-Qur’an.
- Capaian Tertinggi: Kelas XII.2 (Surah Ar-Ra’d ayat 88).
“Target kita bukan hanya seberapa jauh mereka membaca, tapi konsistensi mereka hadir setiap pagi. Kelas XII.2 telah membuktikan bahwa dengan disiplin 15 menit setiap hari, mereka mampu melampaui target yang luar biasa,” tutur Nafa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui agenda ini, pihak sekolah berharap semangat berbagi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada momen menjelang Ramadan, tetapi terus menjadi gaya hidup bagi seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari.[]









