Aceh Jaya | wartasabang.com — Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Mesja menggelar rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Alumni dalam rangka memperingati Haul ke-30 Allahyarham Tgk. H. Ibrahim bin Ishaq atau yang lebih dikenal sebagai Abu BUDI. Kegiatan berlangsung hampir dua pekan, sejak penghujung Zulhijah 1447 H hingga awal Muharram 1448 H, dan dipusatkan di kompleks Dayah BUDI Mesja, Gampong Janguet, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 20–21 Juni 2026 bertepatan dengan 5–6 Muharram 1448 H, yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Seluruh rangkaian kegiatan mengusung tema:
“Mengenang Jasa Guru, Merawat dan Meneguhkan Khidmat; Menyambung Amanah Abu BUDI hingga ke Nabi Isa a.s.” dengan moto: “Bersatu dalam Amanah, Istiqamah dalam Khidmat.”
Pimpinan Dayah BUDI Mesja, Abiya H. Afifuddin Ibrahim, S.Sos.I., didampingi Wakil Pimpinan Abati H. Fauzi Mubarak Asnawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan antara santri, alumni, ulama, dan masyarakat sekaligus memperkuat estafet perjuangan, pengabdian, serta warisan keilmuan yang telah ditinggalkan oleh Allahyarham Abu BUDI.
“Momentum ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat kesinambungan perjuangan dan khidmat yang telah diwariskan para guru,” ujar Abiya Afifuddin.
Sebagai bagian dari penguatan tradisi keilmuan pesantren, rangkaian kegiatan diawali dengan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Tingkat Ulya se-Aceh yang mengkaji kitab Minhaj ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi, yang di Aceh lebih dikenal dengan sebutan Kitab Mahalli. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan kader ulama serta penguatan penguasaan khazanah turats Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan santri.
Agenda berikutnya adalah Silaturahmi dan Konsolidasi Alumni BUDI, yang mempertemukan alumni lintas generasi dan daerah. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat ukhuwah, koordinasi, serta kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan Dayah BUDI Mesja di masa mendatang.
Kegiatan utama diawali dengan pengajian kitab Tuhfatul Muhtaj karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami, syarah atas Minhaj ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi. Pengajian dipandu oleh Tgk. H. Akmal Abzal, S.H.I., M.H., Pimpinan LPI Al-Anshar Kayee Lee Aceh Besar sekaligus alumni Dayah BUDI.
Pengajian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan tradisi pengkajian kitab-kitab turats di lingkungan Dayah BUDI MESJA. Selain itu, kegiatan ini juga mengambil tafa’ul kepada salah seorang ulama Aceh yang pernah mengkhatamkan kitab induk mazhab Syafi’i tersebut, dengan harapan lahir generasi alumni Dayah BUDI yang mampu melanjutkan jejak keilmuan tersebut.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan khanduri bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan antara santri, alumni, masyarakat, dan para tamu undangan.
Pada acara puncak, diselenggarakan kajian akbar dan dialog keagamaan yang menghadirkan Ayah H. Muhammad Amin Cot Trueng sebagai pemateri. Kajian membahas dua tema utama, yaitu “Haul, Ziarah Kubur dan Pelurusan Syubhat” serta “Ijarah dan Berbagai Penyimpangan serta Hīlah-nya dalam Fikih.”
Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, santri, alumni, dan masyarakat yang antusias mengikuti pembahasan berbagai persoalan keagamaan kontemporer. Acara dimoderatori oleh Tgk. Mustafa Husen Woyla, S.Pd.I., alumni Dayah BUDI sekaligus Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.
Selain itu, tausiah turut disampaikan oleh sejumlah alumni senior Dayah BUDI, yakni Abu H. Hasballah Ketapang, Abu H. Mukhtar Tanggoh, dan Abati H. Dahlan Jungka Gajah. Dalam tausiah mereka, para alumni diajak untuk terus menjaga amanah para guru serta melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam demi kemaslahatan umat.
Sebagai penutup, dilaksanakan doa bersama untuk kedua syaikhani Dayah BUDI Mesja, memohon agar segala jasa, pengabdian, dan perjuangan para guru memperoleh balasan terbaik di sisi Allah SWT, serta agar keberkahan senantiasa tercurah bagi lembaga, para santri, dan seluruh alumninya.
Ketua Panitia Haul Akbar ke-30 Abu BUDI, Tgk. Muhammad Nasir Razali (TP), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah ulama Aceh, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah, di antaranya Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., M.A.P., Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Bupati Aceh Besar Muharram Idris (Syech Muharram), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya Tgk. H. Amirullah Djakfar, S.H.I., M.H., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., serta berbagai tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Dayah BUDI Mesja, Abiya H. Afifuddin Ibrahim, S.Sos.I., bersama Wakil Pimpinan Abati H. Fauzi Mubarak Asnawi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh alumni, masyarakat Lamno, para tamu undangan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh keberkahan.
“Semoga semangat bersatu dalam amanah dan istiqamah dalam khidmat senantiasa terpelihara, serta warisan ilmu dan perjuangan para guru dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus demi kemaslahatan umat,” demikian harapan yang disampaikan pimpinan Dayah BUDI Mesja.[]










