Pineung Nyen, Isu Menarik dalam Diskusi Kewirausahaan pada Raker K2MA Aceh Besar

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang, wartasabang.com – Di tengah sejuknya udara Lhok Jaboi dan suasana reflektif Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Aceh Besar Tahun 2026, sebuah topik tak biasa mencuri perhatian para kepala madrasah. Bukan soal kurikulum, asesmen, atau administrasi pendidikan, melainkan tentang pineung nyen —buah pinang yang selama ini akrab dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Topik tersebut mengemuka dalam sesi diskusi kewirausahaan yang menghadirkan Elfi Nilawati, S.Pd.I., Kepala MA Ruhul Amin Aceh sekaligus Guru Biologi, sebagai narasumber. Melalui paparannya, Elfi mengajak peserta melihat pinang tidak hanya sebagai komoditas tradisional, tetapi juga sebagai sumber inovasi dan peluang ekonomi yang menjanjikan.

Menurut Elfi, Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun belum seluruhnya mampu diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya adalah pinang yang selama ini lebih dikenal sebagai hasil perkebunan dan bahan konsumsi tradisional masyarakat.

“Pinang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Jika dikelola dengan pendekatan inovatif dan berbasis riset, komoditas ini dapat menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi peserta didik,” ujarnya.

Baca Juga :  Atlet Tenis Meja Nagan Raya Lolos ke PORA

Diskusi yang berlangsung santai namun penuh antusias itu memunculkan berbagai gagasan mengenai pemanfaatan pinang sebagai produk turunan yang lebih kreatif dan kompetitif. Para peserta menilai bahwa kewirausahaan madrasah perlu diarahkan pada pengembangan potensi lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Ketua K2MA Aceh Besar, H. Arjuna, S.Pd., M.Pd., menyambut baik munculnya ide-ide tersebut. Menurutnya, madrasah harus mampu membaca peluang yang tersedia di daerah masing-masing dan menjadikannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang produktif.

“Madrasah tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Potensi lokal seperti pinang dapat menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi pendidikan dan ekonomi,” katanya.

Dalam forum itu, para kepala madrasah juga menyoroti pentingnya penerapan pembelajaran berbasis proyek (*project-based learning*) yang mengintegrasikan potensi daerah ke dalam proses belajar mengajar. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Baca Juga :  Tim Peneliti Universitas Almuslim Sukses Gelar Pengabdian, Warga Meunasah Drang Didorong Manfaatkan Peluang Ekonomi Digital

Diskusi mengenai pineung nyen menjadi salah satu warna menarik dalam pelaksanaan Raker K2MA Aceh Besar yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Kota Sabang. Di balik pembahasan program kerja dan peningkatan mutu pendidikan, forum tersebut juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan segar tentang bagaimana madrasah dapat berperan lebih luas dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari sebuah komoditas yang selama ini dianggap biasa, para kepala madrasah menemukan inspirasi baru. Bahwa inovasi tidak selalu lahir dari sesuatu yang jauh dan rumit, melainkan dapat berawal dari potensi lokal yang tumbuh di sekitar, menunggu untuk dikenali, dikembangkan, dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masa depan pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat. []

Berita Terkait

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.
MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya
Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang
Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh
Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang Apresiasi BI Kembangkan Wisata Iboih di ISEF 2026
Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026
Anggota DPR Aceh Silaturahmi Bersama Pengurus PWI Nagan Raya
Yayasan Luna Maya Renovasi Ruang Kelas MIN Montasik
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:00 WIB

Dukung Pelayanan Masyarakat Nelayan, PDI Perjuangan Sabang Serahkan Bantuan Laptop dan Printer kepada Panglima Laot.

Jumat, 6 November 2026 - 00:37 WIB

MIN Inovasi Nagan Raya Borong 9 Juara di Festival Prestasi Santri ke-2 MUQ Nagan Raya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Santri Raudhatul Muna Al-Aziziyah Dipercaya Membacakan UUD 1945 pada Peringatan Hari Santri di Sabang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Kepala MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 2 di Ajang Tendik Inovatif GTKPRESA 2026 Provinsi Aceh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Murid MIN Inovasi Nagan Raya Raih Juara 1 Lomba Bertutur Festival Literasi 2026

Berita Terbaru